Senin, 19 Maret 2012

Memahami Konflik Tenurial Dalam Implementasi REDD+

i Green Discussion

Acara ini merupakan salah satu program kerja Departemen Kajian Strategis Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Acara yang membangun konsep kegiatan diskusi santai ini mengangkat berbagai isu kehutanan dan lingkungan nasional dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten. Pada iGreen Discussion #1 ini bertemakan Memahami Konflik Tenurial Dalam Implementasi REDD+ dengan pembicara Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut, M.For, dosen Bagian Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan UGM dan anggota pada IUFRO Task Force International Forest Governance. Acara iGreen Discussion #1 ini dilaksanakan di Aula Fakultas Kehutanan, 8 Maret 2012 jam 15.45 WIB.

Isi dari rangkaian iGreen Discussion ini telah dipublish dalam Katrat's Note#2 di situs resmi LEM FKT UGM. 
Kastrat's Note #2
Kamis, 8 Maret 2012 lalu Departemen Kajian dan Strategis LEM FKT UGM mengadakan diskusi dengan topik “Memahami Konflik Tenurial dalam Implementasi REED+”. Dengan pemateri Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut M.For. Diskusi berlangsung dengan lancar. Banyak kawan-kawan yang bergabung dalam diskusi ini, mulai dari mahasiswa S1 minat Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Silvikultur, dan Konservasi Sumber Daya Hutan bahkan ada juga mahasiswa pascasarjana. Mereka memiliki minat yang tinggi untuk mengatahui masalah tentang REDD atau Reducing Emission from Forest Degradation and Forestation. Lalu sebenarnya apakah REDD itu? Inilah sekilas tentang REDD.
Sebagai Negara yang memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia, sektor kehutanan tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan nasional melainkan juga berperan signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem termasuk stabilisasi emisi global.
Hasil hutan kayu merupakan salah satu produk andalan hutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian pula halnya dengan konversi kawasan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan. Namun di sisi lain, penebangan pohon dan alih fungsi lahan hutan tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Selain hal diatas, ada tiga hal yang menjadi penyumbang emisi terbesar. Pertama adalah dari sektor industri. Tentu kita semua tahu bahwa karbon yang berasal dari industri sangat besar. Industri beroperasi 24 jam sehari dan bukan hanya negara maju saja yang memilikinya, walaupun yang lebih banyak menyumbang emisi karbon adalah industry dari negara-negara maju.
Penyumbang emisi terbesar kedua adalah dari sektor transportasi. Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan India transportasi menjadi masalah yang sulit untuk dipecahkan. Kepadatan kendaraan di jalan mengakibatkan macet dan tentu saja menjadi sumber polusi yang besar. Sarana transportasi umum yang kurang mendukung mengakibatkan masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi sehingga emisi karbon dari sector ini pun sulit untuk dikurangi. Dan yang ketiga adalah dari sector domestik. Sektor domestik ( kulkas, mesin cuci, microwave, AC, dll) ternyata juga menyumbang emisi carbon yang cukup besar ke atmosfer. Hampir setiap rumah pasti memiliki alat-alat tersebut untuk daily use. Mungkin dari sector ini pula lah yang jarang disadari oleh masyarakat bahwa sebenarnya mereka menyumbang banyak carbon karena telah menggunakan alat-alat tersebut.
Apabila karbon sudah terlepas di atmosfer, itu akan bertahan ratusan tahun. Pada abad 19 terjadi emisi besar-besaran di daerah Eropa, yaitu saat revolusi industri. Karbon yang dihasilkan terakumulasi sampai saat ini. Dan tentu saja karbon itu tidak akan mudah hilang dari atmosfer.
Melihat emisi karbon yang terus meningkat, maka pada tahun 1997 dibentuklah persetujuan internasional mengenai pemanasan global atau yang lebih dikenal dengan Kyoto Protocol. Negara-negara yang meratifikasi Kyoto Protocol tersebut berkomitmen untuk mengurangi emisi carbon. Salah satu isi dari kesepakatan Kyoto Protocol yaitu negara maju wajib mengurangi emisi carbon sebesar 5%, sedangkan negara berkembang tidak memiliki kewajiban untuk mengurangi emisi carbon. Namun ternyata negara industri maju seperti Amerika, Kanada dan Australia justru menolak untuk meratifikasi Kyoto protocol.
Dari sinilah kemudian muncul REDD pada pertemuan di Bali tahun 2007. REDD adalah semacam insentif bagi Negara yang memiliki hutan tropis untuk mengurangi emisi karbon. Indonesia lewat. Pada pertemuan di Kopenhagen tahun 2009 lalu, Presiden SBY menyatakan bahwa Indonesia mampu mengurangi emisi carbon sebanyak 26%, bahkan dengan beraninya beliau menyatakan bahwa Indonesia mampu mengurangi emisi hingga 41% apabila mendapat bantuan dana dari negara maju! Dana itu diperlukan untuk merawat hutan milik Indonesia. Saat itu Norwegia, bersedia memberi bantuan sebesar 1 miliar dolar kepada Indonesia dengan syarat Indonesia benar-benar bisa mengurangi emisi carbon. Norwegia tentu saja melakukan itu dengan senang hati. Mengapa? Karena apabila mereka masih memiliki kewajiban untuk mengurangi emisi hingga 5%, mereka akan rugi sebesar 22 miliar dolar. Dan karena mereka telah membayar 1 miliar dolar kepada Indonesia, mereka tidak lagi berkewajiban untuk mengurangi emisi. Itu berarti mereka pun akan terlepas dari kerugian.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia mungkin akan mendapat insentif dari kesediaannya untuk membantu negara maju untuk mengurangi emisi carbon, namun apakah pemerintah, terutama bapak Presiden yang dengan beraninya menawarkan diri untuk mengurangi emisi, mengetahui dan memikirkan dampak selanjutnya dari kesepakatan tersebut?
REDD mungkin membawa dampak positif bagi keadaan hutan di Indonesia. Hutan lebih terjaga dan lebih lestari. Namun dibalik dampak positif dari REDD, dampak negatifnya selalu mengintai. Uang yang dijanjikan belum juga diterima Indonesia, uang tersebut masih abstrak dan entah ada atau tidak. Namun konflik-konflik dalam negeri yang berkaitan dengan kebijakan tentang REDD mulai bermunculan. Salah satunya adalah konflik tenurial. Kegiatan masyarakat di sekitar hutan banyak yang dipandang sebagai penyumbang emisi yang besar misal ladang berpindah. Karena telah berjanji untuk mengurangi emisi, maka Pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan dalam hutan,(ex:ladang berpindah) demi uang yang belum tentu ada. Lalu bagaimana nasib masyarakat sekitar? Darimana mereka mendapat penghasilan? Apakah mereka akan mendapat bagian dari insentif REDD apabila uang tersebut benar-benar diterima Indonesia? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang hingga saat ini belum jelas jawabannya.
Lalu, bagaimana jika emisi benar-benar berkurang dan uang sudah diberikan Norwegia pada Indonesia? Apabila hal tersebut terjadi, maka pemerintah pasti akan mengklaim bahwa berkurangnya emisi tersebut berasal dari lahan hutan negara. Padahal bukankah belum tentu bahwa yang berhasil mengurangi emisi adalah hutan negara? Bagaimana kita bisa melihat hutan mana yang telah mengurangi emisi dan menentukan kepada siapa uang tersebut diberikan? Hal ini juga memiliki potensi akan memicu konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembagian uangnya.
Melihat paparan keadaan diatas, maka timbul pertanyaan dari Rizky, salah satu peserta diskusi, yaitu dimana kita sebagai Forester memposisikan diri menghadapi REDD, apakah menerima atau menolaknya? Rizky berpendapat bahwa keduanya memiliki nilai positif. Kemudian Pak Maryudi menjawab, bahwa sebagai seorang forester, kita tidak perlu memikirkan tentang REDD, apakah kita akan mendapat insentif atau tidak. Tapi sudah menjadi peran dan kewajiban kita untuk mengelola hutan yang kita miliki secara lestari sehingga bisa dimanfaatkan secara terus menerus.
Oleh: Dyah Nawang Wulan – Departemen Kajian Strategis LEM FKT UGM


Sabtu, 17 Maret 2012

Terang (Lintong Simaremare)

Bread for friends adalah sebuah buku motivasi dari Lintong Simaremare. 
Saya mengetahui tentang buku ini dari acara Kick Andy yang selalu menghadiahkan buku untuk para pemirsanya. Buku ini baru saya dapatkan setelah 1 bulan berikutnya di Bandung saat saya menghadiri wisuda abang saya. Saya sangat senang membaca buku ini, tidak cukup sekali tetapi berkali-kali...bukunya membuka pikiran kita tentang berbagai hal kecil yang selama ini kita lalui tapi kita kurang memaknai kejadiannya, disini Bang Lintong menyadarkan saya ternyata begitu banyak hikmah dari berbagai hal yang selama ini ada disekitar kita, tapi kita kurang peka saja, banyak hal-hal kecil dengan makna yang luas, bila kita maknai insyaallah akan meningkatkan kualitas diri kita.

Dari buku ini, ada satu cerita inspiratif yang ingin saya share yaitu Terang.


     Pernahkan Anda mengendarai sebuah mobil atau duduk di bangku sebagai penumpang dalam perjalanan yang berkabut, menanjak, menikung, dan sempit? Di daerah tempat saya pernah menikmati masa kecil-Batu Lubang (Batu Lubang merupakan batu besar sebagai jalan menerobos sebuah gunung di Tapanuli Tengah) dekat Sibolga, Tapanuli Tengah, jalan penuh risiko adalah pemandangan lazim.

     Bayangkanlah perjalanan malam di atas jalan yang gelap dan tidak bisa dilalui dua mobil sekaligus, dua arah lagi. Sekali mobil Anda terlalu ke pinggir, dengan mudahnya Anda akan menyaksikan jurang curam menganga, tanpa pagar pengaman di sisi jalan. 

     Yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini bukan sulitnya medan off-road atau hebatnya suatu petualangan berkendara sebagai hobi banyak orang. Tapi saya mau bercerita tentang hal sederhana yang disebut lampu atau pelita. Lebih spesifiknya, lampu bis yang menerangi jalan kami waktu itu.

     Dalam perjalanan yang penuh syukur itu, saya masih ingat jarak pancar lampu jauh hanya mampu menyinari sekitar 40 meter. Itu pun hanya digunakan saat tidak ada mobil datang dari arah berlawanan. Di sebelah kiri kami adalah jurang dengan ketinggian sampai sekitar 60 meter di atas permukaan air sungai di gunung.

     Ada sutu pelajaran penting yang sangat berharga dari perjalanan itu. Ternyata terang lampu sejauh 40 meter mampu menunjukkan jalan sepanjang perjalanan sampai kota tujuan kami, sejauh 400 km.

     Hidup ini ternyata persis seperti perjalanan panjang dengan lampu yang jarak penerangannya sangat terbatas. Kita tidak membutuhkan kemampuan melihat masa depan kita dengan jelas. Namun kita cukup menerangi selangkah demi selangkah, agar jalan di depan terlihat jelas untuk kita lalui.

    Langkah-langkah kecil tadi akan membentuk deratan langkah panjang yang menjadi akumulasi langkah kehidupan kita. Suatu saat nanti, kita akan tercengang saat melihat bahwa kita mampu berjalan sampai ke tujuan kita. Walaupun untuk setiap langkahnya, kita hanya diberi kemampuan melihat jarak 40 meter saja ke depan.

Ayunkan langkah pertama.
Tuhan akan membantu Anda 
menyelesaikan langkah berikutnya.

Masih banyak cerita lain yang menjadi faforit saya di buku ini, selain Terang, ada juga Metanoia, Andalah Penentu Harganya, Menjadi Positif.....tapi overall semuanya menarik!
Maaf kepada Bang Lintong, saya tidak meminta izin sebelumnya, tapi niat saya hanya ingin berbagi makna dari salah satu kisah di buku abang yang sangat menarik perhatian saya. 

Selasa, 13 Maret 2012

Kayu sebagai bahan baku industri pulp (Part 1)

Kayu merupakan bahan terpenting dalam industri pulp dan kertas. Di Amerika dan Indonesia lebih dari 90% bahan baku berserat pada pembuatan pulp dan kertas berasal dari kayu. Kayu merupakan bahan berbiaya tunggal terbesar, dan sedikitnya sepertiga biaya pembuatan pulp. Konsumsi kayu untuk pulp dari tahun 1920 hingga awal 1960-an meningkat lebih dari lima kali lipat. Kenaikan terus terjadi, bahkan di Indonesia bahan baku kayu yang semula hanya diolah menjadi kayu gergajian, kayu lapis, atau bahan bangunan, selama dasawarsa terakhir ini telah semakin banyak digunakan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas.

Sebagian besar industri pulp dan kertas memanfaatkan kayu sebagai bhan baku utamanya, baik kayu lunak maupun kayu keras. Adapun perbandingan kayu lunak dan kayu keras yang digunakan untuk industri pulp dan kertas:


Kayu lunak (Softwood)
Kayu Keras (Hardwood)
Tipe utama dari serat
Sel trakeid
Sel serabut dan pembuluh
Panjang serat (mm)
2.5 – 5.0
0.6 – 2.0
Pembuluh lebih pendek & sangat lebar
Lignin (%)
25 – 32
17 – 26
Sellulose
55 – 61
58 – 64
Pentosan (%)
8 – 13
18 – 25
Ekstraktif
3 – 8
1 – 5
Abu
0.2 – 0.5
0.4 – 0.8


Dalam perkembangan industri pulp dan kertas terdapat praktek pemanfaatan limbah, seperti:
  • Kayu bermutu baik yang sebelumnya dibakar (kayu bakar), kini dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.
  • Bagi saw mill (pabrik penggergajian): bahan yang berupa limbah penggergajian dapat dimanfaatkan sebagai ceriping (chips) dan memberi hasil ekonomi bagi penggergajian.
  • Bagi pabrik pulp: membebaskan pabrik dari tanggung jawab memperoleh pasokan kayunya sendiri dan dari tugas pengubahan kayu pejal menjadi ceriping di pabrik pulp. Sebagian besar pabrik pulp saat ini langsung memperoleh bahan baku dalam bentuk ceriping (chips)
Penggunaan bahan baku kayu solid pada industi pulp:
Salah satu keuntungan penggunaan kayu untuk pulping adalah relatif stabilnya keadaan kayu yang disimpan, paling tidak dalam bentuk pejal atau solid. Kayu solid dapat disimpan selama beberapa tahun pada kondisi yang umum dijumpai dengan pengurangan mutu dan jumlah yang minimum.
Kayu disimpan dalam bentuk kayu bulat dan diolah menjadi ceriping (chips) beberapa saat menjelang pembuatan pulp. Cara penyimpanan dan penanganan kayu bulat tergantung pada ukuran dan panjang log yang tersedia. Pohon dengan ukuran ≤ 30 cm (12 inchi), dipotong menjadi batang dengan ukuran panjang 1.2 atau 2.4 m. Ditumpuk dengan rapi dan semua kayu bulat diletakkan sejajar satu sama lain, membentuk tumpukan setinggi 15 m dan sepanjang 30 - 150 m.

Dalam penyimpanan kayu juga harus diperhatikan pemberian jarak karena akan mempermudah dalam hal:
  • Pengambilan secara mekanis pada log yang diperlukan
  • Udara dapat berputar/sirkulasi diantara log, proses yang penting pada penumpukan spesies kayu jarum (softwood) tertentu yang dipersiapkan untuk mill pulp asam sulfit.
  • Memperkecil bahaya kebakaran
Penyimpanan kayu ada hubungannya dengan pitch yang terbentuk pada hasil proses pulping. Di Canada dan Amerika Serikat, pabrik-pabrik pulp harus mengeringkan kayunya selama 6 sampai 12 bulan. Sebagian besar kayu yang digunakan adalah jenis spruce dan kayu fir. Jika kayunya dibuat pulp tanpa pemeraman/penyimpanan (pengeringan), akan timbul masalah pitch yang berat di pabrik pulp dan kertas.
Jadi, pengeringan kayu sebelum proses pulping akan memperkecil masalah pitch.

Penyimpanan log selain di darat juga ada penyimpanan log di air seperti sungai, kolam atau danau bahkan laut. Penyimpanan log di air akan memperlambat pembusukan, tetapi dapat menyebabkan pencemaran pada air. Bahan-bahan larut air pada kayu dan kulit seperti tannin dan karbohidrat bermolekul rendah dapat keluar dari kulit dan kayunya. Beberapa dari bahan kimia kayu dapat dibiodegradasikan, akibatnya ada konsumsi oksigen disitu. Dan bahan terekstraksi lainnya dapat beracun pada kehidupan akuatik.

Bagaimana dengan penyimpanan log di air laut?
Ada dua hal yang perlu diperhatikan bila disimpan di air laut, yaitu:
  1. Log yang kadar airnya jenuh akan tenggelam ke dasar. Pengambilan kembali akan memerlukan biaya tambahan.
  2. Log yang ditempatkan di air akan mengalami penyerapan air. Jika berupa air laut maka kayunya akan kemasukan garam dari air laut. Garam ini dapat menyebabkan korosi pada proses pulping di mill dan menyebabkan beban yang melampaui batas operasi pemulihan bahan kimia.
Log dengan penyerapan garam yang tinggi memerlukan tindakan khusus untuk menghilangkan garam dari sistemnya. Caranya:
  1. Cara paling sederhana: mengeluarkan sebagian lindi/liquor dari sistemnya dan menggantikannya dengan fresh liquor.
  2. Cara lainnya: mengkonsentrasikan lindi putih (White Liquor) sampai titik jenuh dari NaCl-nya sehingga garamnya mengendap dan dapat disaring.

Apa itu Lindi/Liquor? Dan bagaimana jika bahan baku yang digunakan langsung dalam bentuk ceriping (chips) pada pulp mill? nantikan postingan selanjutnya ya ^-^  

Sumber: Bahan Kuliah Pulp dan Kertas (Nugroho Marsoem, 2011)










Minggu, 11 Maret 2012

Arsenal - Podolski Masih Jauh



Pemain incaran Arsenal, Lukas Podolski, mengatakan bahwa kesepakatannya untuk bergabung dengan The Gunners masih jauh, ketika ia mengakhiri pekan yang bergejolak dengan menerima kartu merah di saat Cologne menang 1-0 atas Hertha Berlin pada Sabtu waktu setempat.
Lukas Podolski
Laporan dari media-media Inggris dan Jerman pada tengah pekan menyebutkan bahwa Podolski tertarik untuk bergabung ke klub London tersebut, dengan biaya transfer 13 juta euro pada akhir tahun ini, ketika klub Liga Utama Inggris tersebut ingin mempertajam lini depannya.
Manajer The Gunners, Arsene Wenger, mengatakan pada Jumat, bahwa kesepakatan belum tercapai, di mana bintang Jerman tersebut mengonfirmasi hal serupa setelah ia melalui pekan dengan mendapat kartu merah saat timnya memenangi duel panas di Liga Jerman.
"Kontras dengan laporan-laporan pada beberapa hari terakhir, belum ada hal yang sudah diputuskan saat ini," kata Podolski kepada Sky Sports Jerman.
"Jika ada sesuatu untuk dilaporkan, saya akan memberitahukannya pada anda."
Kontrak Podolski dengan Cologne akan habis pada Juni 2013, dan ia siap menjadi bintang pada Euro 2012, setelah sebelumnya mencatatkan 95 penampilan untuk Timnas Jerman.
Harian Jerman, Bild, sebelumnya menyebutkan bahwa Cologne menginginkan 18 juta euro untuk Podolski, yang telah mencetak 16 gol dari 21 pertandingan Liga Jerman musim ini - lebih dari setengah jumlah keseluruhan gol Cologne, yang berjumlah 31, demikian AFP.
Sumber: AIS (Arsenal Indonesia Supporter)

Sabtu, 10 Maret 2012

Belajar dari A.N.A.R.K.I Yang "Unyu"

Seperti biasa tiap malam saya keluar kos bli makanan buat disetor ke cacing2 yg kelaparan di perut, heheh
Malam ini saya memilih makan ayam goreng di warung penyetan dekat kos2an. Malam ini saya pergi sendiri, teman2 kos sedang nyenyak berbagi kasur dengan selimut, ya malam ini hujan turun dengan anggunnya di Jogja, membuat kami para mahasiswa memanfaatkan situasi ini dengan semaksimal mungkin untuk berlama-lama di kasur.
Sesampainya di warung penyetan saya memesan nasi + ayam goreng + lalapan + sambal, sambil menunggu ayamnya di goreng, saya melihat sebuah tulisan "anarki" di belakang kaos putih yg dikenakan salah seorang pegawai warung penyetan tersebut. Sebenarnya hanya ada tulisan ANARK dengan font bergaya Rock/Metal, lalu diakhiri gambar juga bergaya Rock/Metal seperti desain2 rock metal lainnya, menyerupai huruf "I". 
Desainnya simple, di depan kaosnya gambar seperti huruf "I" dengan ukuran besar, klu di sablon mungkin sekitar ukuran A4, dan hanya tulisan "anarki" dibelakangnya...sekilas kaos ini biasa saja, dan mungkin anda akan berpikir tulisan saya ini "aneh", itu aja kok dibahas segala? ya ga? hehe  
Sebenarnya ada yang menarik di kaos itu, ketika saya perhatikan untuk yang kedua kalinya, ada tulisan kecil dibawah tulisan "anarki" itu, yaitu kata anarki merupakan kependekan dari Anak Rusak Kangen Ibu, tulisannya kecil, pas dibawah kata "anarki". Sekejap saya tersenyum membacanya...dan sekejap pula saya terpikir suatu pelajaran di dalamnya...
Yang pertama, betapa pentingnya orang tua bagi kita semua, mereka lah yang selalu ada untuk kita dalam situasi apapun yang kita alami. Sedih, susah, senang, bahagia, galau, dll....ingatkah disaat kita dekat dengan mereka kita  memarahi dan mendongkol kepada mereka, disaat jauh kita merasa sangat membutuhkan mereka, karena tidak ada lagi yang menyiapkan makanan untuk kita sebelum berangkat kuliah, mencuci dan menyeterika pakaian, merawat ketika sakit, dll.....kasih sayang orang tua takkan pudar di telan waktu...di saat waktu yang tersisa bagi kita sebagai seorang anak untuk bertemu dengan orang tua sudah semestinya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membahagiakan mereka. I love you Mom....i love you Dad...
Yang kedua, kata-kata Anak Rusak membuat saya sedikit risih, disini mas X yang mengenakan kaos secara tidak langsung men"judge" dirinya sendiri sebagai anak/manusia yang rusak, menurut saya itu akan memberikan muatan serta pandangan negatif pada dirinya secara tidak langsung, kenapa tidak diganti saja Anak Rock atau Anak Rajin Kangen Ibu...
Yang ketiga, betapa kreatifnya orang-orang Indonesia, kata-kata anarki yang sekilas akan memberi bayangan kepada yang membacanya berupa kerusuhan, demo, penjarahan, penyiksaan, dll...bisa dipelesetkan menjadi sebuah kata yang "unyu" dan bermakna. :)



Ternyata hal-hal kecil seperti itu bisa memberi pelajaran kepada kita :)

Kamis, 01 Maret 2012

Kabar buruk dari Rosicky dan Vermaelen

Kemenangan mengesankan Arsenal atas Tottenham Hotspur di Stadion Emirates, Minggu (26/2) malam WIB, mengakibatkan Arsene Wenger kehilangan dua pemain pentingnya. Tomas Rosicky dan Thomas Vermaelen diketahui mengalami cedera usai pertandingan tersebut.
Arsenal sukses memperoleh kemenangan 5-2 dalam laga derby London atas pasukan Harry Redknapp. Hebatnya, Robin van Persie cs. memetik kemenangan setelah sempat tertinggal 0-2 lebih dulu. Rosicky menyumbang satu gol kemenangan The Gunners atas Spurs.
"Sayang sekali kami mendapatkan kabar buruk dari Rosicky dan Vermaelen," kata Wenger seperti dilansir Sky Sport.

"Vermaelen mengalami masalah engkel dan Rosicky masalah di punggungnya. Apakah mereka sudah tersedia pada laga Sabtu nanti? Ada keraguan besar."
Source: bolanews.com

Arsenal 5 - 2 Tottenham

Sempat tertinggal 0-2, Arsenal akhirnya meraih kemenangan 5-2 atas Tottenham Hotspur pada pertandingan Premier League, di Emirates, Minggu (26/2/2012). Ini adalah kemenangan pertama Arsenal dalam tiga pertandingan terakhir.
Keunggulan tim tamu dibuka oleh Louis Saha pada menit keempat. Memanfaatkan umpan Emmanuel Adebayor, Louis Saha menyepak bola masuk gawang Arsenal dari tengah kotak penalti.
Pada menit ke-34, Tottenham mendapat penalti, setelah kiper Wojciech Szczesny dinilai melanggar Gareth Bale. Emmanuel Adebayor yang dipercaya melakukan eksekusi, melesakkan bola ke sudut kiri bawah gawang mantan klubnya itu.
Arsenal memangkas selisih melalui Bacary Sagna pada menit ke-40. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Mikel Arteta masuk sudut kanan bawah gawang Brad Friedel.
Sekitar dua menit setelahnya, Arsenal menyamakan kedudukan berkat gol Robin van Persie. Bermula dari umpan Alex Song, Van Persie menggocek bola dan dari luar kotak penalti menembakkan bola masuk sudut kanan bawah gawang tim tamu.
Tomas Rosicky membawa Arsenal berbalik unggul 3-2 pada menit ke-50. Setelah melepas umpan kepada Sagna di sektor kiri pertahanan lawan, Rosicky masuk ke kotak penalti. Dengan kaki kiri bagian luar, ia melesakkan umpan balik Sagna ke sudut kiri bawah gawang Tottenham.
Keunggulan Arsenal diperbesar oleh Theo Walcott pada menit ke-65. Setelah menggocek-gocek bola dalam kawalan dua pemain lawan, Robin van Persie melepas umpan yang berhasil dijangkau Walcott. Dari tengah kotak penalti, Walcott menyepak bola masuk sudut kanan bawah gawang Friedel.
Walcott hanya membutuhkan waktu dua menit untuk kembali menaklukkan Friedel. Gol bermula dari umpan panjang Alex Song ke jantung pertahanan Tottenham. Bola berhasil dikuasai Walcott dan ditembakkan ke sudut kanan bawah gawang Tottenham.
Pertandingan juga diwarnai keluarnya kartu kuning kedua untuk gelandang Totttenham, Scott Parker, untuk pelanggaran kepada Thomas Vermaelen pada menit ke-86.
Menurut catatan Premier League, selama laga, Arsenal menciptakan delapan peluang emas dari 21 usaha. Adapun tim tamu melepaskan empat tembakan akurat dari delapan percobaan.
Dengan hasil tersebut, Arsenal naik ke posisi keempat dengan 46 poin, menggeser Chelsea yang juga mengoleksi 46 poin. Adapun Tottenham tetap di peringkat ketiga dengan 53 poin, atau kalah sepuluh angka dari penguasa sementara, Manchester City.
Susunan pemain:
Arsenal: Wojciech Szczesny; Thomas Vermaelen, Laurent Koscielny, Kieran Gibbs (Carl Jenkinson 75), Bacary Sagna; Mikel Arteta, Alex Song, Yossi Benayoun, Theo Walcott (Alex Oxlade-Chamberlain 81); Robin van Persie, Tomas Rosicky
Tottenham: Brad Friedel; Ledley King, Younes Kaboul, Benoit Assou-Ekotto, Kyle Walker; Luka Modric, Scott Parker, Gareth Bale, Niko Kranjcar (Rafael van der Vaart 46); Louis Saha (Sandro 46), Emmanuel Adebayor
Wasit: Mike Dean

sumber: bola.kompas.com