Rabu, 28 November 2012

Bersikap idealis atau realistis?



Seperti biasa, hari ini saya berinteraksi dengan banyak orang. Dari sekian kisah saya selama 24 jam, ada satu topik yang menarik hati saya untuk dituliskan dan diambil sisi positifnya.

Saat itu saya bercerita bersama dengan teman-teman tentang banyak hal sambil menunggu seseorang. Kami memulai cerita dari tugas akhir hingga rencana masa depan, bersama teman saya si A dan si B. Kami bercerita dan berbagi banyak informasi. Setelah beberapa lama bercerita mampir lah salah satu sahabat kami si C. Setelah beberapa lama bercerita akhirnya si C pamit dan meninggalkan kami.

Dari cerita bersama si C, si A beropini bahwa si C bersikap idealis dalam hidupnya sehingga tugas akhirnya terbengkalai dan sebentar lagi berumur 2 tahun. Menurut si A, si C ditahun pertamanya tidak melakukan apa-apa untuk tugas akhirnya dan hingga saat ini proposalnya belum juga selesai karena suatu hal yang lain dan itu sangat merugikan dan menyita waktunya. 

Dia mengambil suatu tema tugas akhir yang tidak biasa dilakukan oleh mahasiswa di jurusan kami. Saya teringat perkataannya beberapa waktu yang lalu: "Saya melihat kesuksesan dan orang-orang mencapainya dengan melewati jalan A, tapi saya memilih jalan lain yang belum pernah dilewati orang lain dan  berusaha mencapainya", jawabnya sambil nyengir

Awalnya saya tidak begitu menanggapi maksud perkataan ini, ternyata saya paham bahwa dia memiliki suatu pemikiran yang berani dan kuat. Ia percaya bahwa yang dilakukannya benar walaupun itu sesuatu yang baru dan belum pernah dilakukan orang lain. 

Untuk saat ini saya setuju dengan si A bahwa pemikirannya akan merugikannya dan itu terbukti saat ini dalam kasus tugas akhirnya, dia terlihat stres. Tapi saya tidak tahu dalam kasus lainnya. Dan yang lebih mengagetkan saya dari cerita si C tadi bahwa dia akan melakukan kegiatan magang suatu saat nanti di pabrik kecil di suatu kota di Jawa Tengah dengan bayaran yang menurut dia sendiri sangat pas-pasan. Saya tidak tahu pasti motivasinya, namun yang saya tangkap adalah rasa ingin tahunya yang kuat untuk menjadi seorang entrepreneur dan menerapkan ilmu yang dia dapat walaupun dia punya pilihan lain yang lebih baik.

Tapi dia punya pendirian yang kokoh bahwa yang dia lakukan benar dan akan membawaya pada kesuksesan dalam hidup walau dia sendiri tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapainya. Terkadang saya berfikir bahwa itu akan menghabiskan waktunya walau itu memang akan membawanya pada kesuksesan. 

Kemudian si A beropini bahwa kita tidak baik untuk bersifat sangat idealis. "Ikuti saja kehidupan ini, kita harus beradaptasi dengan kehidupan, bukan kehidupan yang beradaptasi pada kita", jawab A. Sikap seperti ini mungkin lebih kita kenal sebagai sikap realistis. 

Si A memberikan contoh tentang seseorang disekitar lingkungan tempat tinggalnya yang telah lulus kuliah sejak 5 tahun yang lalu, namun masih menganggur karena terlalu memilih, yaitu ingin kerja di bank atau departemen, namun harus di pulau Jawa. Wah, saya pun kaget dengan keputusan orang itu dalam memilih jalan hidupnya.

Jujur saja saya merasa sebagai orang yang idealis, saya punya kemauan-kemauan yang kuat atas suatu hal sehingga saya sering memutar otak untuk memperoleh dan mencari tahu jalan untuk memperolehnya dan tidak jarang saya galau dan stres. 

Sebelum menulis tulisan ini, saya lebih dulu membaca sebuah artikel oleh Mas Ajie Adnan tentang Orang Idealis Vs Orang Realistis. Saya mengambil bagian dari artikel itu yang menurut saya perlu kita cermati. Dari artikel itu saya paham bahwa setiap orang punya idealisme. Dan idealisme adalah sumber perubahan. Perubahan terjadi karena tidak adanya kepuasan terhadap kondisi terkini, perubahan terjadi karena ada “kesalahan” atas suatu hal, perubahan dapat dilakukan hanya bila ada keberanian, dan keberanian untuk melakukan perubahan merupakan implementasi nyata dari idealisme.

Namun perlu diperhatikan juga bahwa idealisme tidak bisa berdiri sendiri. Idealisme juga memerlukan realisme. Idealisme dan sikap realistik bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi satu sama lain secara absolut. Tanpa adanya sikap realistik, idealisme hanya akan menjadi angan-angan utopis: bagaikan mimpi di siang bolong. Sikap idealis tanpa sifat realistis hanya akan menjadi bunga tidur dalam kehidupan yang tidak lebih baik dari khayalan orang sakit jiwa.

Perlu ada keseimbangan koheren antara sifat idealisme dan realistis agar menjadi manusia seutuhnya. Sikap realistis diperlukan untuk memahami dan menginsyafi kondisi riil di lapangan. Sedangkan sikap idealis diperlukan untuk memperbaiki atau menyempurnakan kekurangan yang terjadi dalam realita. Tidak mungkin seorang manusia hanya mengikuti arus (realistis) selama-lamanya, atau hidup akan menjadi statis. Tidak mungkin juga seorang manusia hanya mengutamakan idealismenya semata dengan mengacuhkan realita kalau tidak ingin dikatakan seorang pemimpi.


Jadi pada kenyataannya, sikap idealis dan realis bukanlah suatu hal yang saling berkontradiktif. Justru sebaliknya, kedua hal itu harus selaras berjalan dalam pikiran dan sikap kita agar hidup selalu mengalami progresifitas. Keseimbangan antara idealisme dan realism dapat menghasilkan output yang tentunya lebih baik daripada hanya condong ke satu sisi saja.      

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca semua. Bahwa banyak hal penuh makna di setiap kejadian disekeliling kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya.



Salam



Rafke

Senin, 26 November 2012

Makna kesuksesan dari membuat pempek


Beberapa hari yang lalu, saya dibawakan pempek oleh tante saya. Satu box besar, memang bukan untuk saya saja, tapi satu keluarga. Setelah disantap, ternyata pempek ini luar biasa enak dan luar biasa gratis. Soalnya saya kan dihitung keluarga, heheh.


Pempeknya putih, lembut, dan ga amis walau komposisi daging ikan lebih banyak dari tepung. Dan beliau menceritakan tentang berbagai rahasianya, salah satunya komposisi santan dan jahe didalamnya. Jumlah mereka tidak banyak tapi sangat mempengaruhi cita rasa. Katanya itu adalah salah satu kunci mengapa pempek dan cukanya ini enak luar biasa. Selain itu, ternyata biaya pembuatannya hanya sekitar Rp. 120.000,00. WAW...muraaahh abiss...Kalo kita pesan di restoran bisa habis 500-600 ribu, begitu katanya. 

Kemudian beliau juga bercerita bahwa pempek racikannya ini adalah pempek dengan resep sempurna buatannya. Untuk membuatnya beliau telah bereksperimen puluhan kali sambil mencari informasi melalui teman dan kerabat. Dahulu beliau tak pernah berhenti berkesperimen untuk membuat pempek yang enak dan mengalahkan pempek yang dijual diberbagai restoran itu, sampai-sampai adik saya bosan makan pempek buatannya. 

Awalnya beliau tidak bisa membuat pempek, namun dengan tekad yang kuat, beliau melakukan berbagai eksperimen. Suatu ketika disaat eksperimen yang ke sekian, beliau mulai capek dan merasa buntu. Lalu beliau berucap dalam hati akan berhenti memasak pempek jika eksperimen ini gagal, dan ini adalah eksperimen terakhir. Setelah dicoba, ternyata eksperimen ini berhasil, dan kini semua orang yang memakan pempek buatannya akan berkata, "Pempek ini luar biasa enak!".

Setelah mendengar cerita tante saya ini, saya merenungi ceritanya dan kagum akan usahanya. Lalu sambil terus merenung, muncul sebuah kalimat bijak dari pikiran saya, bahwa:

"Sukses itu adalah keberhasilan mencapai tujuan melalui berbagai eksperimen"

Ya, eksperimen diibaratkan sebagai usaha. Usaha tanpa henti untuk mencapai satu tujuan, yaitu membuat pempek yang enak.  

"Komunikasi yang baik membawamu pada rahasia kesuksesan"

Ya, adanya bahan santan dan jahe dalam pembuatan pempek yg sempurna itu tidak serta merta langsung ditemukan dalam eksperimen. Beliau mengetahuinya dari teman dan kerabat. Jumlah santan dan jahe itu hanya sdikit katanya, dan mereka yang membuat perbedaan dengan pempek lainnya. Ini yang membuat pempek ini lebih dari rata-rata pempek yang ada di pasaran. Ini yang membuat saya teringat pada novel "Negeri 5 Menara" karya A.Fuadi. Salah satu pesan didalamnya adalah untuk mencapai sukses usaha kita harus lebih dari rata-rata.

Dari cerita saya diatas, terdapat makna bahwa sukses itu tidak cuma usaha kerja keras mengerahkan tenaga dan pikiran saja, itu baru membawa kita pada nilai rata-rata. Kita butuh komunikasi dengan baik terutama dari orang yang berpengalaman tentang tujuan yang ingin kita capai agar kita tahu kiat sukses yang merupakan rahasia mereka karena umur kita tidak cukup panjang untuk menemukan semua rahasia itu sendiri. 

Bahwa banyak hal penuh makna di setiap kejadian disekeliling kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya.



Salam



Rafke

Sabtu, 27 Oktober 2012

Teori Perekatan (Teori Perekatan Spesifik dan Mekanik)


Setelah sebelumnya saya membuat posting tentang teori perekatan (Teori Five Chain Glue Line) kini saya akan membahas tentang teori perekatan yang ke-2 yaitu teori perekatan spesifik dan mekanik.

 Teori perekatan spesifik dan mekanik sudah lama beredar di kalangan para pengamat perekatan, tetapi sulit ditemukan penemunya dalam pustaka perekatan. Teori ini sebenarnya merupakan teori tertua dan diyakini kebenarannya sejak dulu tetapi analisis perekatan yang teliti belum dilakukan. Sistem perekatannya terdiri dari dua penyususn pokok yaitu sistem perekatan spesifik dan sistem perekatan mekanik. Garis perekat yang kokoh dapt dihasilkan jika perekatan spesifik dan mekanik dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan saling berinteraksi satu sama lain. 

Pada perekatan spesifik, kekuatan perekatan yang dihasilkannya dipengaruhi beberapa faktor:

  1. Sifat perekatannya (inherent adhesive characteristics)  
  2. Kesesuaian bahan direkat dengan bahan perekat.

Perekatan mekanik adalah gaya perekatan yang terjadi karena terbentuknya akar-akar garis perekat (tendrils atau glue tendrils). 

Karena kayu bersifat porus maka teori mekanik hanya dapat dipakai untuk menerangkan perekatan bahan porus seperti kayu, sedangkan teori spesifik dapat menerangkan perekatan bahan porus dan bahan non porus.  

Gambar perekatan kayu menurut teori perekatan mekanik dan teori perekatan spesifik:

Pada garis lingkaran putih terlihat bagian permukaan perekat dan permukaan bahan yang direkat (substrat) yang bersinggungan dan menampakkan gaya ikatan kedua benda berbeda jenis yang disebut perekatan spesifik.

Sejumlah molekul perekat yang masuk ke dalam tubuh substrat dan mengeras disebut akar-akar garis perekat (tendrils). Kondisi dalam substrat dimana terjadi akar-akar perekat merupakan kondisi yang memberikan kontribusi kekuatan perekatan disebut perekatan mekanik


MEKANISME PADA PEREKATAN MEKANIK
Meresapnya perekat ke dalam tubuh substrat (kayu) pada gambar (2), mengeras dan mengakibatkan suatu kondisi interlocking atau pencengkraman perekat dalam tubuh bahan direkat berupa akar garis perekat pada gambar (1).   


MEKANISME PADA PEREKATAN SPESIFIK



Perekatan spesifik terjadi karena kekuatan tarik-menarik atau kekuatan adhesi antara molekul-molekul perekat dengan molekul-molekul substrat (kayu) pada gambar (4). Dalam hal ini perekatan spesifik dapat disamakan dengan lingkaran ke-2 dan ke-4 pada dari teori Lima Lingkaran Garis Perekat (Five-Chain Glue Line). Sehingga kekuatan perekatan spesifik ditentukan oleh kesesuaian dan kecocokan antara molekul-molekul di permukaan bahan direkat dengan molekul-molekul perekat.  

Perekatan spesifik dapat menerangkan bagaimana perekatan dapat terjadi antara 2 bahan yang cocok walaupun pada kedua bahan tersebut tidak ada akar perekat yang terjadi.

Hemming (1962) dalam Prayitno (2009) menyebutkan bahwa bahan dalam perekatan hanya ada satu gaya perekatan yang menentukan kekuatan perekatan yaitu perekatan spesifik. Perekatan mekanik tidak atau sangat kecil sekali dalam memberikan andil pada kekuatan perekatan. 

Hal ini dijelaskan dalam pembahasan logika perekatan yang menganalisis sifat pencengkraman antara perekat dengan substrat. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan terjadinya pencengkraman perekat di dalam tubuh substrat berarti terjadi penambahan luas permukaan singgung antara perekat dengan substrat kayu sehingga nilai perekatan spesifik menjadi lebih besar. Berdasarkan pembahasan teori perekatan seperti itu maka perekatan mekanik menjadi hilang (pada gambar (3)) dan tidak berfungsi pada perekatan bahan porus, hanya sebagai pelengkap dengan kontribusi tertentu dalam perekatan kayu.

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa untuk perekatan kayu, kedua teori perekatan, teori perekatan mekanik dan spesifik, berjalan beriringan. Dan kekuatan perekatan merupakan resultante dari kedua proses.

Selasa, 26 Juni 2012

Sembilan (9) Kesalahan The Inconvenient Truth

Menurut Michael Burton, seorang petinggi hukum di Inggris dan National Center For Policy Analysis dalam buku A Global Warming Primer, film dokumenter The Inconvenient Truth oleh Al Gore ini harus direvisi karena mempunyai sembilan kesalahan yang sangat menyolok. Di antaranya adalah:

  1. Peringatan Al Gore bahwa tingkat permukaan air laut akan naik 6 m saat sebagian besar Antartika Barat atau Greenland mencair. Menurut Burton, sesungguhnya gejala pencairan es ini akan berlangsung sampai ribuan tahun.
  2. Badai Katrina dianggap Al Gore sebagai akibat dari pemanasan global. Menurut Burton bahwa tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan badai katrina adalah akibat dari pemanasan global.
  3. Beruang kutub yang dinyatakan Al Gore harus berenang sampai 100 km untuk menemukan bongkahan es dan mereka tenggelam karena jarak yang sangat jauh. Menurut Burton bahwa hanya ada 4 beruang kutub yang mati tenggelam akibat dari badai.
  4. Al Gore meyatakan bahwa terumbu karang menjadi rusak karena perubahan iklim. Menurut Burton perubahan iklim bukanlah satu-satunya penyebab karena penangkapan ikan berlebihan dan polusi juga menjadi salah satu penyebab utama dari kehancuran terumbu karang.
  5. Al Gore menyatakan bahwa gas rumah kaca meningkat disebabkan oleh aktivitas manusia dan menyebabkan global warming. Menurut National Center For Policy Analysis menyatakan bahwa gas rumah kaca hanyalah sebagian kecil di atmosfer bumi, aktivitas manusia sangat sedikit sekali menyumbang efek rumah kaca. 
  6. Menurut Al Gore tingginya kadar karbondioksida di bumi menyebabkan kenaikan temperatur. Menurut  National Center For Policy Analysis tidak ada hubungan antara kadar karbondioksida terhadap temperatur bumi. 
  7. Al Gore menyatakan jumlah populasi beruang kutub menurun drastis. Menurut  National Center For Policy Analysis populasi beruang kutub justru meningkat sejak tahun 1950.
  8. Menurut Al Gore jumlah badai meningkat tajam. Menurut  National Center For Policy Analysis tidak ada cukup bukti bahwa jumlah badai meningkat tajam.
  9. Menurut Al Gore kekeringan merupakan efek perubahan iklim. Menurut  National Center For Policy Analysis kekeringan adalah proses alami yang sering terjadi dan lebih lama melanda di masa lalu daripada sekarang. 
Kritikan terhadap Al Gore ini mungkin saja benar dan mungkin saja salah karena perubahan alam dapat terjadi secara drastis dan tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Sumber: Global Warming For Beginner

Sabtu, 02 Juni 2012

Bantu "Setengah Langkah" Peneliti Muda Indonesia menuju Konferensi IUFRO 2012, Portugal.


Selamat malam....

Saya Arif Dharma Rafke (09/285304/KT/06554), mahasiswa Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan UGM, angkatan 2009. Maaf sebelumnya, saya dan 2 orang teman saya diterima untuk presentasi penelitian tentang Forest Product Education dengan judul "Stimulating and Accomoditing Student Interest and Views of forest product Potential through student organization inisiative" pada Konferensi IUFRO Divisi 5 di Portugal bulan Juli 2012. 

Kami merupakan sebuah tim peneliti muda Indonesia yang peduli terhadap ilmu dan teknologi hasil hutan, mendukung industri hasil hutan yang menjunjung aspek kelestarian hutan dan lingkungan. Kami sangat bersyukur  mendapat kesempatan untuk mempresentasikan penelitian kami di ajang internasional IUFRO Conference Division 5, kami beranggotakan:

Ahmad Karsidi                                   (09/285436/KT/06562)
Arif Dharma Rafke                            (09/285304/KT/06554)
Fratama Yudhana Sutisna                  (09/289005/KT/06633)

Sudah banyak proposal kemitraan kami ajukan sejak bulan April 2012, namun belum ada hasil yang positif. Baik didaerah kami masing-masing hingga pusat. Rasa pesimis pernah menghampiri kami, namun support dari keluarga tak membuat kami harus menyerah. Paper dan presentasi nanti telah kami persiapkan, kini kami sedang mengurus visa untuk bisa terbang ke Portugal. Walau belum bisa kesana karena terbentur dana, semangat kami tak harus padam walau waktu terus berjalan mendekati hari-H. Kami sudah berusaha, hanya tinggal setengah langkah lagi.


Namun sebagai mahasiswa, kami masih butuh dana untuk tiket ke Estoril, Lisbon, Portugal. Walaupun pihak dari Universitas dan Fakultas Kehutanan sendiri telah memberi support finansial, namun harga tiket Jakarta-Portugal sebesar Rp 13 juta - Rp 15 juta per orang belum terpenuhi. 

Kami berusaha mengajak industri-industri yang bergerak di sektor kehutanan, terutama hasil hutan untuk bekerjasama mendukung pendidikan di bidang hasil hutan dan menunjukkan kepada dunia bahwa industri hasil hutan Indonesia tidak hanya peduli terhadap lingkungan tetapi juga peduli terhadap kemajuan industri hasi hutan dengan tetap menjunjung aspek kelestarian hutan dan lingkungan melalui pendidikan hasil hutan (Forest Product Education). 

Sehingga kami ingin mengajak industri hasil hutan bergabung bersama dalam sebuah project mengenai pendidikan hasil hutan (Forest Product Education), dukungan dari perusahaan bapak/ibu, atau project yang sama yang dilaksanakan oleh perusahaan Bapak/Ibu, akan kami share dalam presentasi kami di IUFRO.


Dukungan sebesar apapun akan sangat kami apresiasi. Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terimakasih. Balasan email dari Bapak/Ibu sangat kami harapkan.


untuk informasi lebih jauh tolong menghubungi :
Arif Dharma Rafke
Email : arif.rafke@gmail.com
Hp : 081993308863
Twitter : @arif_rafke
Facebook : Arif Dharma Rafke
Blog : http://ravekee.blogspot.com

silahkan kunjungi link dibawah ini untuk informasi sponsorship IUFRO:
http://www.iufro2012.org/nm_quemsomos.php?id=48

Minggu, 29 April 2012

Panduan Wisata Sendirian Bagi Pria

I love traveling alone....so when i read this article, i re-post this article to share for others...
traveling alone for me is interesting, excited, and full of adventure....

Para pria umumnya lebih merasa santai dan aman ketika bepergian sendirian, dibandingkan wanita. Meski demikian, beberapa hal ini patut diperhatikan:

Jangan terlalu pamer gadget

Jika Anda ingin menikmati keindahan alam dan berteman dengan orang baru, kurangilah bermain gadget. Anda akan diincar oleh pencuri jika terlalu memamerkan barang-barang tersebut.

Lindungi diri dari pencopet

Pakailah celana dengan kantong resleting di depan untuk menyimpan barang berharga. Ini memang kurang aman jika dibandingkan dengan tas pinggang namun jauh lebih baik dari kantong lainnya. Ini akan mengurangi kemungkinan Anda kecopetan.

Tetaplah kendalikan diri

Entah itu minuman memabukkan khas daerah setempat atau wanita pribumi, pastikan Anda tetap mengendalikan keadaan dalam situasi apa pun. Anda pasti tidak ingin berakhir tersesat, bangkrut atau hal buruk lainnya. Anggaplah Anda sedang berada di lokasi syuting film “Hangover” ketiga.

Ambil risiko, tapi jangan memaksakan diri

Tentu saja, loncat tebing sangat menyenangkan. Namun jika Anda belum pernah mengendarai motor sebelumnya, jangan coba-coba mengendarai motor di negara tempat Anda berlibur.

Tetap terhubung dengan orang rumah

Beritahukan rencana perjalanan Anda pada orang rumah, berikut dengan nomor telepon setiap tempat Anda menginap. Tidak mengapa jika rencana Anda baru garis besar, namun jika ada perubahan, Anda mungkin harus mengirim email informasi baru tersebut kepada orang rumah untuk berjaga-jaga dalam situasi darurat.






Oleh: Faz Abdul Gaffa (http://id.travel.yahoo.com)

Selasa, 27 Maret 2012

Pengolahan Limbah Cair (Part 2)



TAHAP-TAHAP PENGOLAHAN LIMBAH

1.      Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment)
Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah. Pada tahap ini dilakukan penyaringan, penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak alat-alat pengolahan air limbah, seperti pasir, kayu, sampah, plastik dan lain-lain. Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Grit Removal merupakan proses pembuangan padatan tersuspensi yang lebih kecil berupa partikel-partikel seperti pasir. Equalization and storage merupakan proses pemisahan (pengelompokan) padatan tersuspensi berdasarkan ukuran dan jenisnya setelah melalui proses screening dan grit removal. Oil separation merupakan proses pemisahan minyak dan lemak pada limbah, prinsipnya adalah lemak, minyak dan sejenisnya memiliki BJ yang lebih kecil dari air sehingga akan mengapung di bagian atas air.

2. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-partikel padat organik dan anorganik melalui proses fisika, yakni sedimentasi dan flotasi. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease). Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation,  flotation, sedimentation, dan filtration.

Keterangan tambahan:
Proses netralisasi, proses ini diperlukan apabila kondisi limbah masih berada di luar baku mutu limbah (pH 6-8), sebab limbah di luar kondisi tersebut dapat bersifat racun atau korosif. Netralisasi dilakukan dengan mencampur limbah yang bersifat asam dengan limbah yang bersifat basa. Pencampuran dilakukan dalam suatu bak equalisasi atau tangki netralisasi. Netralisasi dengan bahan kimia dilakukan dengan menambahkan bahan yang bersifat asam kuat atau basa kuat. Air limbah yang bersifat asam umumnya dinetralkan dengan larutan kapur (Ca(OH)2), soda kostik (NaOH) atau natrium karbonat (Na2CO3). Air limbah yang bersifat basa dinetralkan dengan asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4), HCI atau dengan memasukkan gas CO2 melalui bagian bawah tangki netralisasi.
Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses pengolahan berikutnya. Flotasi juga dapat digunakan sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi (clarification) atau pemekatan lumpur endapan (sludge thickening) dengan memberikan aliran udara ke atas (air flotation).
Proses filtrasi di dalam pengolahan air buangan, biasanya dilakukan untuk mendahului proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-nya , akan dilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam proses osmosa.
Proses adsorbsi, biasanya dengan karbon aktif, dilakukan untuk menyisihkan senyawa aromatik (misalnya: fenol) dan senyawa organik terlarut lainnya, terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut. Teknologi membran (reverse osmosis) biasanya diaplikasikan untuk unit-unit pengolahan kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali air yang diolah.
Chemical addition and coagulation merupakan proses yang digunakan untuk memisahkan padatan tersuspensi dari cairan jika kecepatan pengendapan secara alami padatan tersebut lambat atau tidak efisien. Koagulasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air limbah. Koagulan yang sering digunakan adalah tawas (Al2(SO4)3).18H20; FeC13; FeSO4.7H20; dan lain-lain.

3. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)
Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film, suspended film dan lagoon system.
Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
Prinsipnya adalah menghilangkan kontaminan yang tidak terproses pada pengolahan primer. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah dengan filtrasi sederhana, penambahan suatu koagulator (terutama untuk menghilangkan kadar fenol), serta penambahan bahan- bahan kimia dengan bahan-bahan flocolantn (misalnya Al2O3, Ca(OH) 2, kaporit). Kontaminan yang dapat dihilangkan adalah berupa padatan tersuspensi (solid suspended), senyawa organik  dan anorganik yang terlarut.

4. Pengolahan Akhir (Tertiary/Final Treatment)
Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet.
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation,  filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
Prinsipnya pelaksanaan tahap ini adalah untuk menurunkan COD dan BOD serta menambah oksigen terlarut (dissolved oxygen). Penambahan oksigen terlarut secara fisik dilakukan dengan menyemburkan udara bebas dalam air pada bak/kolam aerasi secara kontinyu. Secara biologis dilakukan dengan menggunakan activated sludge, dimana limbah di alirkan kedalam bak/kolam penampungan yang berisi mikroorganisme yang akan merubah zat organik menjadi biomassa (energi) dan gas CO2. Secara mekanis-biologis di lakukan dengan menyemprotkan air limbah ke permukaan benda padat (mis. Lantai beton) yang diberi mikroorganisme.
Selanjutya, untuk logam berat dapat dihilangkan dengan penambahan Ca(OH) 2 (lebih dikenal dengan lime treatment). Dengan cara ini logam berat akan mengendap sebagai garam atau hidroksida atau sebagai co-presipitant. Air limbah yang telah sampai pada tahap ini kemudian di alirkan ke kolam penampung yang berisi ikan mas sebagai indikator biologis.

5. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment)
Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah.
Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.


sumber : (Pengolahan Limbah Part 1 & 2)